Gelap tak selamanya menyelimuti, karena fajar selalu punya cara untuk menyapa. Lewat goresan pena dari balik pingitan, Raden Ajeng Kartini tidak hanya menuliskan keluh kesah, tapi juga peta jalan menuju kemerdekaan berpikir.
Hari ini, kita tidak hanya merayakan kebaya atau sanggul, melainkan merayakan nyala api yang ia titipkan. Nyala api bernama emansipasi. Bahwa menjadi perempuan bukan tentang membatasi diri, melainkan tentang keberanian untuk bermimpi setinggi langit dan berpijak sekuat bumi. Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan hebat yang terus berjuang melampaui batasnya.
"Selamat Hari kartini"







0 Comments:
Posting Komentar