Purworejo, Januari
2026. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kabupaten Purworjo melalui Bidang Sumber Daya Air pada Kamis, 29 Januari
2026 melakukan Koordinasi antar Lembaga Pengelola Sumber Daya Air dengan topik
“Pola Operasi Bendung Ploro dan Siwatu Saat Kondisi Banjir”. Acara ini
berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Purworejo dan
dihadiri oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air, Perwakilan dari Balai PSDA Serayu
Bogowonto, UPI DI. Kedungputri dan DI. Boro, UPI Wadaslintang Timur, Kepala UPT
PJI Wilayah Purwodadi, Kepala UPT Wilayah Purworjo, Kepala UPT Wilayah
Kutoarjo, Mantri Pengairan Wilayah Ngombol, Mantri Pengairan Wilayah Bayan,
Mantri Pengairan Wilayah Grabag, Staf Teknis Bidang SDA, Ketua Tim OP dan
Pembangunan, Peningkatan Reahabilitasi Jaringan Irigasi, POB Bendung Ploro dan
Bendung Siwatu.
Pertemuan dalam rangka
koordinasi ini dilator belakangi oleh kejadian banjir terjadi pada tanggal 02
Januari 2026 akibat curah hujan yang tinggi. Tercatat besarnya curah hujan di
Pos Hujan terdekat:
Ø Pos Hujan Sta.
Banyuurip 118 mm/hari
Ø Pos Hujan Sta.
Kedungkamal 129 mm/hari
Curah hujan tersebut tergolong tinggi. Sehingga mengakibatkan
banjir dan genangan diareal persawahan warga.
Adapun genangan banjir dan luas areal terdampak meliputi beberapa persawahan sebagai berikut:
•
Desa Pogungkalangan Kec.
Bayan luas terdampak 25,00 Ha
•
Desa Krandegan Kec. Bayan
luas terdapak 60,00 Ha
•
Desa Tanjungrejo Kec. Bayan
luas terdampak 6,00 Ha
•
Desa Bajangrejo Kec.
Banyuurip luas terdampak 10,00 Ha
Hasil pertemuan tersebut diantaranya mengusulkan penanganan
beberapa hal diantaranya:
• Normalisasi dan
pengangkatan sedimen pada saluran tersebut dengan Panjang saluran ±400 m dengan
lebar ±3 m.
• Perbaikan pada Bangunan
Pengambilan Singasem yang dapat dijadikan titik kontrol banjir dengan
menambahkan satu pintu untuk buka tutup ketika terjadi banjir (Dimensi daun
pintu H = 3,00 m dan L = 2,40 m).
• Perbaikan dan
normalisasi sungai pada lokasi hilir Bendung Ploro tepatnya di Jembatan Lama
Sidodadi yang mengganggu aliran sungai.











