
1. Materi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah
· Judul : Prediksi Musim Hujan Tahun 2026/2027 di Wilayah Kabupaten Purworejo
· Prediksi Awal Musim Hujan Tahun 2026
Prediksi Curah Hujan Wilayah Kab. Purworejo
- Bulan November 2026 pada kategori Menengah (101 – 300 mm/bulan) dengan sifat Hujan Bawah Normal.
- Bulan Desember 2026 pada kategori Tinggi – Sangat Tinggi (301 – >500 mm) dengan sifat hujan Normal – Atas Normal.
- Bulan Januari 2027 pada kategori Tinggi – Sangat Tinggi (301 – >500 mm) dengan sifat Hujan Normal – Atas Normal
- Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027 wilayah Kab. Purworejo pada Dasarian II November 2026 dan dasarian I Desember 2026. Awal Musim Hujan 2026/2027 wilayah Kab. Purworejo lebih lambat/mundur dari Normalnya. Puncak Musim Hujan 2026/2027 wilayah Kab. Purworejo umumnya Januari dan Februari 2027. Durasi/Panjang Periode Musim Hujan 2026/2027 Kab. Purworejo 16 – 18 Dasarian (5 – 6 bulan). Sifat Hujan Musim hujan 2026/2027 wilayah Kab. Purworejo umumnya Normal.
· Rekomendasi BMKG Terkasit Musim Kemarau 2026
- Waspada Potensi Cuaca dan iklim ekstrem saat peralihan Musim (dari Musim Kemarau ke Musim Hujan) dan di Musim Hujan
- Penyesuaian jadwal tanam dengan informasi Prediksi Musim Hujan 2026/2027, pemilihan varietas yang sesuai, dan perbaikan sistem irigasi/drainase.
- Selalu memantau informasi peringatan dini cuaca dan iklim dari BMKG dan aplikasi Info BMKG.
2. Materi Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO)
· Judul : Rekomendasi Pola Tanam dan Rencana Tata Tanam Daerah Irigasi Kewenangan Pusat serta Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan.
· Berdasarkan prediksi BMKG pada WS Serayu Bogowonto, Sidang TKPSDA menyepakati Skenario Normal, skenario musim yang direkomendasikan untuk penyusunan RAAT 2026/2027.
· Hasil analisis alokasi air menunjukkan bahwa Bendung Kedungputri dan Bendung Boro beberapa periode masih mengalami defisit pada akhir MT-II sehingga perlu penyesuaian Faktor K. dikarenakan letaknya cascade dan berdekatan maka Faktor K perlu disamakan untuk menjaga keselarasan pengaturan alokasi air antar kedua bendung.
· Total bahan banjiran di Workshop Cupuwatu dan Sempor sebanyak 10.027 unit, seluruhnya dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk penanganan darurat banjir.
· Workshop Cupuwatu Yogyakarta memiliki sebanyak 61 unit alat berat dan peralatan pendukung, yang terdiri atas 59 unit dalam kondisi baik, 1 unit dalam kondisi rusak berat, dan 1 unit dalam kondisi rusak ringan. Jenis peralatan yang tersedia meliputi bulldozer, excavator, truck crane, dump truck, mobil tangki air, trailer, mobil pompa air Camada, pompa air portable, self-loader, dan peralatan geolistrik.
· Workshop Sempor Gombong memiliki sebanyak 20 unit alat berat dan peralatan pendukung, yang terdiri atas 19 unit dalam kondisi baik dan 1 unit dalam kondisi rusak ringan. Jenis peralatan yang tersedia meliputi excavator, truck crane, dump truck, mobil pompa KSB, pompa air portable, dan self-loader mini.
· Loan DRIP untuk SIWT diperkirakan mulai 2027 awal tahun.
3. Materi DKPP Kab. Purworejo
· Target dari Provinsi Tahun 2026 untuk Mendukung Swasembada Pangan
- LTT padi = 77.820 ha, dimana LBS Kabupaten Purworejo seluas 28.825 ha dengan pola tanam padi-padi-palawija
- Produksi padi = 339.684 ton
- LTT jagung = 800 ha
- Produksi jagung = 5.080 ton
- Produksi tebu = 24.912 ton, target 187 ha, kesepakatan 138 ha.
- Produksi daging = 16.527 ton
- Produksi susu = 57 ton
- Produksi telur = 12.530 ton
Kabupaten Purworejo tahun 2026 ditargetkan LTT padi seluas 77.820 ha. Sampai dengan 27 Oktober 2026 realisasi baru 35.935,97 ha (46,18%).
Target PM-AAS MT I kabupaten Purworejo 7.404 ha, sudah realisasi 13 ha di bulan September 2026. Ketersediaan benih, pupuk, pestisida dan silica khusus tanam padi dengan PM-AAS sudah diusulkan penyuluh ke BMRP.
Rekomendasi Hasil Sidang:
1) Komisi Irigasi memohon Pemerintah Pusat dalam penyelesaian Bendungan Bener, dan perlu dikawal dari Pemerintah Kabupaten Purworejo dan Stakeholder Terkait;
2) Awal Musim Tanam (MT) I untuk DI Wadaslintang Timur pada tanggal 1 Oktober 2026
3) Awal Musim Tanam (MT) I untuk DI Kedungputri pada tanggal 16 November 2026
4) Awal Musim Tanam (MT) I untuk DI Boro pada tanggal 1 November 2026.
5) Awal Musim Tanam (MT) I untuk DI Kewenangan Kabupaten dan Provinsi pada Pertengahan November 2026 (kecuali DI Watujagir awal Musim Tanam (MT) I dimulai 1 Oktober 2026);
Dokumentasi :









