Halaman - 1

SIDANG II KOMISI IRIGASI

Kabupaten Purworejo Tahun 2025

SIDANG - I KOMISI IRIGASI

Kabupaten Purworejo Tahun 2025

SEKRETARIAT KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO

Kantor Dinas Pekerjaan Umum Dan Peanataan Ruang Kab. Purworejo Jalan Yogyakarta km. 5 Purworejo.

SIDANG-I KOMISI IRIGASI

KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026

SIDANG-II KOMISI IRIGASI

KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2024

Kamis, 20 Agustus 2026

Hasil Sidang-I Komisi Irigasi Provinsi Jawa Tengah

 

Berikut disampaikan LINK hasil Sidang-I Komisi Irigasi Provinsi jawa Tengah:

RISALAH HASIL SIDANG

RUMUSAN HASIL SIDANG




Rabu, 22 Juli 2026

Reorganisasi GP3A Daerah Irigasi Guntur

Dokumentasi Kegiatan Pembinaan dan Reorganisasi Kepengurusan GP3A Dharma Tirta "Guntur Tirta" Daerah Irigasi Guntur (326 Ha)












Selasa, 19 Mei 2026

Hari Kebangkitan Nasional 118


 "Semangat 20 Mei 1908 adalah api yang tak boleh padam. Di tengah tantangan zaman, mari jadikan Harkitnas 2026 sebagai pengingat bahwa kekuatan terbesar bangsa ini terletak pada persatuan dan kepedulian antarsesama. Bangkitlah Indonesia, mari jemput masa depan dengan karya nyata!"

Senin, 27 April 2026

Tantangan Petani Menghadapi Cuaca




Menghadapi tantangan cuaca yang semakin tidak menentu pada musim tanam tahun ini, pemerintah dan para ahli pertanian terus mendorong petani di seluruh pelosok negeri untuk mulai beradaptasi dengan teknologi. Dua fokus utama yang kini tengah disosialisasikan secara masif adalah penerapan Smart Farming (pertanian cerdas) dan kemudahan akses pupuk bersubsidi melalui sistem digital.
Antisipasi Gagal Panen dengan Inovasi Cerdas.

Perubahan iklim yang memicu curah hujan tak terprediksi sering kali menjadi penyebab utama menurunnya kualitas panen hingga risiko gagal panen (puso). Untuk mengatasi hal ini, penerapan Smart Farming dinilai menjadi solusi yang paling efektif bagi para petani.

Teknologi ini tidak lagi hanya milik perusahaan agribisnis besar. Saat ini, banyak aplikasi cuaca dan pertanian di ponsel pintar yang dapat diakses secara gratis oleh petani kecil. Manfaat utama dari teknologi ini meliputi:

  • Prakiraan Cuaca Mikro: Petani bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menebar benih atau menyemprot hama tanpa takut tersapu hujan.
  • Efisiensi Air dan Pupuk: Dengan metode pengairan presisi, tanaman mendapatkan nutrisi sesuai kebutuhan sehingga biaya produksi bisa ditekan.
  • Pemilihan Varietas Unggul: Petani didorong untuk menggunakan benih tahan kekeringan atau genangan air sesuai dengan rekomendasi iklim terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Penebusan Pupuk Subsidi Kini Lebih Mudah

Selain tantangan cuaca, masalah klasik yang sering dihadapi petani adalah kelangkaan dan kerumitan birokrasi dalam menebus pupuk bersubsidi. Menjawab keluhan tersebut, sistem distribusi kini telah beralih ke ranah digital yang lebih transparan.

Saat ini, petani yang sudah tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) dan datanya terdaftar dalam e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Elektronik) tidak perlu lagi membawa banyak dokumen fisik.

Bagi para petani yang ingin memaksimalkan hasil panen musim ini, ada beberapa langkah cepat yang bisa segera dilakukan:
  • Cek Status Terdaftar: Segera datangi ketua Kelompok Tani atau PPL di desa masing-masing untuk memastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Anda sudah masuk ke dalam sistem penerima pupuk subsidi tahun ini.
  • Manfaatkan Ponsel Pintar: Mulailah mengunduh aplikasi informasi pertanian resmi dari Kementerian Pertanian untuk memantau kalender tanam dan info cuaca harian.
  • Ikuti Penyuluhan: Jangan ragu untuk hadir dalam pertemuan rutin di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai bantuan benih dan alat mesin pertanian (Alsintan).

Rabu, 22 April 2026

Selamat Hari Kartini

 



Gelap tak selamanya menyelimuti, karena fajar selalu punya cara untuk menyapa. Lewat goresan pena dari balik pingitan, Raden Ajeng Kartini tidak hanya menuliskan keluh kesah, tapi juga peta jalan menuju kemerdekaan berpikir.

Hari ini, kita tidak hanya merayakan kebaya atau sanggul, melainkan merayakan nyala api yang ia titipkan. Nyala api bernama emansipasi. Bahwa menjadi perempuan bukan tentang membatasi diri, melainkan tentang keberanian untuk bermimpi setinggi langit dan berpijak sekuat bumi. Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan hebat yang terus berjuang melampaui batasnya.

"Selamat Hari kartini"