Halaman - 1

Kamis, 29 Oktober 2026

Sidang II Komisi Irigasi Kab. Purworejo





1. Materi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah

· Judul : Prediksi Musim Hujan Tahun 2026/2027 di Wilayah Kabupaten Purworejo

· Prediksi Awal Musim Hujan Tahun 2026

Prediksi Curah Hujan Wilayah Kab. Purworejo

- Bulan November 2026 pada kategori Menengah (101 – 300 mm/bulan) dengan sifat Hujan Bawah Normal.

- Bulan Desember 2026 pada kategori Tinggi – Sangat Tinggi (301 – >500 mm) dengan sifat hujan Normal – Atas Normal.

- Bulan Januari 2027 pada kategori Tinggi – Sangat Tinggi (301 – >500 mm) dengan sifat Hujan Normal – Atas Normal

- Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027 wilayah Kab. Purworejo pada Dasarian II November 2026 dan dasarian I Desember 2026. Awal Musim Hujan 2026/2027 wilayah Kab. Purworejo lebih lambat/mundur dari Normalnya. Puncak Musim Hujan 2026/2027 wilayah Kab. Purworejo umumnya Januari dan Februari 2027. Durasi/Panjang Periode Musim Hujan 2026/2027 Kab. Purworejo 16 – 18 Dasarian (5 – 6 bulan). Sifat Hujan Musim hujan 2026/2027 wilayah Kab. Purworejo umumnya Normal.

· Rekomendasi BMKG Terkasit Musim Kemarau 2026

- Waspada Potensi Cuaca dan iklim ekstrem saat peralihan Musim (dari Musim Kemarau ke Musim Hujan) dan di Musim Hujan

- Penyesuaian jadwal tanam dengan informasi Prediksi Musim Hujan 2026/2027, pemilihan varietas yang sesuai, dan perbaikan sistem irigasi/drainase.

- Selalu memantau informasi peringatan dini cuaca dan iklim dari BMKG dan aplikasi Info BMKG.

2. Materi Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO)

· Judul : Rekomendasi Pola Tanam dan Rencana Tata Tanam Daerah Irigasi Kewenangan Pusat serta Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan.

· Berdasarkan prediksi BMKG pada WS Serayu Bogowonto, Sidang TKPSDA menyepakati Skenario Normal, skenario musim yang direkomendasikan untuk penyusunan RAAT 2026/2027.

· Hasil analisis alokasi air menunjukkan bahwa Bendung Kedungputri dan Bendung Boro beberapa periode masih mengalami defisit pada akhir MT-II sehingga perlu penyesuaian Faktor K. dikarenakan letaknya cascade dan berdekatan maka Faktor K perlu disamakan untuk menjaga keselarasan pengaturan alokasi air antar kedua bendung.

· Total bahan banjiran di Workshop Cupuwatu dan Sempor sebanyak 10.027 unit, seluruhnya dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk penanganan darurat banjir.

· Workshop Cupuwatu Yogyakarta memiliki sebanyak 61 unit alat berat dan peralatan pendukung, yang terdiri atas 59 unit dalam kondisi baik, 1 unit dalam kondisi rusak berat, dan 1 unit dalam kondisi rusak ringan. Jenis peralatan yang tersedia meliputi bulldozer, excavator, truck crane, dump truck, mobil tangki air, trailer, mobil pompa air Camada, pompa air portable, self-loader, dan peralatan geolistrik.

· Workshop Sempor Gombong memiliki sebanyak 20 unit alat berat dan peralatan pendukung, yang terdiri atas 19 unit dalam kondisi baik dan 1 unit dalam kondisi rusak ringan. Jenis peralatan yang tersedia meliputi excavator, truck crane, dump truck, mobil pompa KSB, pompa air portable, dan self-loader mini.

· Loan DRIP untuk SIWT diperkirakan mulai 2027 awal tahun.

0 Comments:

Posting Komentar